Senin, 24 Maret 2014

CERITA BATIK MERAPI BALERANTE





1.    Batik dengan motif gunung di kombinasi Semar Bodronoyo ini di buat oleh  Yanto. Ayah dari 2 orang anak ini ingin menceritakan situasi dan kondisi di Balerante pasca erupsi, Bodronoyo atau bebodro yaitu bebakal yang artinya memulai atau merintis,dimana pasca erupsi merapi 2010 warga Balerante yang menjadi korban merapi mulai menata kembali kehidupannya,mereka perlahan mulai bebakal untuk kembali membangun rumah yang porak poranda. Pelan-pelan mereka mulai merangkak mengembalikan perekonomian yang terpuruk. salah satunya dengan mengembangkan Batik Merapi Balerante.            
2.    Batik dengan motif Ghotic ini dibuat oleh Darwono,Bujang dari dusun Gondang RT 03 RW 03 Desa Balerante ini ingin menggambarkan betapa rumitnya lika-liku kehidupan dengan berbagai permasalahan kehidupan yang sangat kompleks.Terlebih lagi dengan adanya musibah  erupsi merapi.Rumah tempat tinggal hancur,hewan ternak yang merupakan harta kekayaan warga lereng merapi mati terbakar oleh ganasnya awan panas gunung merapi atau yg lebih dikenal dengan sebutan Wedus Gembel.Lahan pertanian sebagai mata pencaharian pun kini berubah menjadi padang pasir yang gersang,dan berbagai permasalahan kehidupan sosial yang lain.Tapi dengan keinginan yang kuat,semangat gotong royong yang tinggi semua permasalahan tersebut akan dapat diatasi.
3.    Batik motif Merapi ini dibuat oleh Yanto,dengan sentuhan kontemporer yang dihiasi dengan isen-isen  motif batu dan dedaunan,menggambarkan begitu gagahnya merapi dengan panorama alam yang begitu indah.Memulai buah karyanya ayah dari 2 orang anak ini bermaksud menyampaikan pesan bahwa kita bisa hidup berdampingan dengan alam.Kita bisa hidup nyaman bersama ancaman.
4.    Batik cap dengan motif Merapi Balerante ini menceritakan Merapi saat meletus dengan gambar gunung Merapi yang dihiasi gumpalan awan panas yang begitu mahadahsyatnya sehingga meluluh lantakan alam skitar Merapi.Dengan adanya bencana Merapi meletus bukan berarti kami patah semangat,naumun dengan adanya Merapi meletus memberikan kami angan-angan untuk membuat batik dengan motif Merapi.
5.    Batik Cap dengan motif Merapi setelah meletus ini menceritakan keadaan disekitar merapi yang mulai kembali pulih,digambarkan dalam batik yang bermotif rumah yang kembali dibangun dan berdiri kokoh setelah diterjang awan panas yang di sekitarnya terdapat pepohonan menunjukkan bahwa kehidupan mulai pulih kembali.
6.    Batik motif Merapi ini menggambarkan kondisi Balerante setelah erupsi 2010.Panorama alam yang begitu indah kini telah berubah.Pepohonan yang kokoh berdiri kini telah tumbang hangus terbakar.Melalui sebuah karya batik ini kami berharap bisa menjadi pepeling bagi warga lereng Merapi.sak beja-bejane wong kang lali isih beja wong kang eling lan waspada.
7.    Batik yang diwujudkan dalam bentuk kaos ini menggambarkan suasana pegunungan. Situasi lereng gunung merapi yang begitu sejuk dengan dedaunan yang melambai- lambai karena tiupan angin. Suasana yang sanggup memberikan kedamaian kepada setiap pengunjung yang datang. Dengan kaos yang bertuliskan Balerante ini diharapkan dapat mengenalkan sebuah desa wisata dilereng merapi yaitu desa wisata Balerante.
8.    Sebuah karya seni batik kontenporer dengan bentuk gunung, dipadukan dengan huruf – huruf yang bertuliskan Balerante, dihiasi dengan isen – isen bebatuan, dikombinasikan dengan serat – serat kayu, juga matahari yang sedang memancarkan sinarnya, mengambarkan situasi dilereng merapi. Dengan suasana yang sejuk aman dan tentram, melalui motif ini pengkrajin batik Balerante berusaha menceritakan keberadaan sebuah desa terpencil. Desa kecil yang  berada disisi tenggara merapi yang berjarak kurang lebih 6 Km dari puncak merapi. Sebuah desa dengan suasana yang sangat mendukung bagi warganya untuk selalu berkarya, meskipun tinggal di  kawasan rawan bencana
9.    Batik ini dibuat oleh Nyarmi yang berusia 25 tahun, dengan motif gunung yang bertuluskan merapi. Anak kedua dari dua bersaudara ini berusaha menceritakan tentang desannya yang berada di lereng merapi. Gunung di hiasi isen – isen, lika – liku sungai yang melintasi pinggir desanya, anyaman bambu yang menjadi dinding hunian sementara, yang ditempati bersama keluarganya. Dengan tidak melupakan batik tradisional, gadis yang berasal dari dusun gondang desa Balerante ini juga menambahakan motif parang sebagai hiasan dalam karyanya, batik Merapi Balerante.
10.    Batik dengan motif Tribal ini dibuat oleh Darwono,Bujang dari dusun Gondang RT 03 RW 03 Desa Balerante ini ingin menggambarkan betapa rumitnya lika-liku kehidupan dengan berbagai permasalahan kehidupan yang sangat kompleks.Terlebih lagi dengan adanya musibah  erupsi merapi.Rumah tempat tinggal hancur,hewan ternak yang merupakan harta kekayaan warga lereng merapi mati terbakar oleh ganasnya awan panas gunung merapi atau yg lebih dikenal dengan sebutan Wedus Gembel.Lahan pertanian sebagai mata pencaharian pun kini berubah menjadi padang pasir yang gersang,dan berbagai permasalahan kehidupan sosial yang lain.Tapi dengan keinginan yang kuat,semangat gotong royong yang tinggi semua permasalahan tersebut akan dapat diatasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar